Delhi Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Kendaraan Pasca Polusi Udara Makin Bahaya

Delhi Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Kendaraan Pasca Polusi Udara Makin Bahaya

Masalah polusi udara tidak hanya dialami oleh Indonesia saja di sejumlah kota seperti Medan, Surabaya, Pekanbaru, dan tentu saja Jakarta. Delhi, Ibu Kota India, pun mengalami hal yang sama. Untuk menyikapi hal ini akhirnya pemerintah setempat memberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan pribadi untuk mengatasi tingkat polusi yang mana dianggap makin membahayakan. Delhi Berlakukan Sistem Ganjil Genap Akibat Polusi Udara yang Makin Berbahaya kendaraan pribadi dengan nomor polisi genap dan ganjil bajal diizinkan dipakai di jalan dari tanggal 4 sampai dengan 15 November 2019 saja, begitu lah ungkap para pejabat. Sistem ini pasalnya sudah pernah diterapkan di sana pada tahun 2016 dan 2017 namun tak elas apakah memang bisa benar-benar membantu mengurangi polusi. Tingkat partikel di udara sekarang ini, dikenal dengan PM 2,5, lebih tinggi dari yan direkomendasikan. Pejabat-pejabat kesehatan meminta pada para warga untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi kegiatan fisik terlebih dulu. Sekolah di Delhi juga ditutup sampai dengan hari Selasa (5/11) hari ini, dan penutupan ini kemungkian bisa diperpanjang lagi sampai dengan Jumat (8/11), saat warga kota mengalami sesak nafas karena kabut asap yang tebal. Arvind Kerjiwal, Menteri Utama Delhi, mengatakan bahwa sistem ganjil-genap ini bakal mengurangi ratusan ribu kendaraan di jalan. Dan untuk pihak-pihak yang enggan mematuhinya, mereka akan didenda dengan jumlah 4.000 rupe atau setara dengan Rp. 790.000. jumlah denda ini pasalnya 2 kali lipat lebih banyak dari denda tahun sebelumnya. Hanya taksi, kendaraan umum dan juga roda dua saja yang diizinkan. Perempuan yang mana  mengendarai mobilnya sendiri juga tak terkena aturan ini. namun muncul keraguan juga bahwa skema ini memang akan membantu mengatasi kabut asap. Langkah yang sama dulu juga diberlakukan. Memang langkah tersebut bisa mengurangi kemacetan namun tak membawa pengaruh apapun yang ada kaitannya dengan tingkat polusi. Penyebab Polusi di Delhi Faktor utama yang menyebabkan tingginya tingkat polusi sekarang ini adalah petani-petani yang membakar sisa panennya untuk membersihkan lahan mereka. ini bisa menciptakan kombinasi yang mematikan yang terdiri dari sulfur dioksida, nitrogen dioksida, karbon dioksida dan partikel kemudian diperburuk oleh adanya kembang api yang mana dinyalakan selama festival Hindu Diwali yang diadakan seminggu yang lalu. Asap kendaraan, emisi industri dan konstruksi pun berkontribusi juga pada kabut asap. Warga India berharap bahwa curah hujan selama 1 mingu bakal datang dan akan menghilangkan polutan. Namun sayangnya hujan baru diperkirakan akan datang pada hari Kamis, Tingkat partikel berbahaya di udara (PM 2,5) jauh lebih tinggi dari yang direkomendasikan dan sekitar 7 kali lebih tinggi daripada di ibu kota China, Beijing. Pejabat Kementerian Kesehatan India, mengatakan bahwa pemantau polusi kota tak memiliki angka ratu gaming yang cukup secara akurat mencatat bahwa tingkat polusi yang disebutnya dengan “bencana.” Lima juta masker sudah dibagikan ke sekokah hari Jumat lalu saat pejabat-pejabat mengumumkan darurat kesehatan masyarakat. Bahkan pejabat Delhi, Arvind Kejriwal, menyamakan kota tersebut dengan “kamar gas.” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan tanggapannya pada keadaan ini. mereka mengatakan bahwa sepertiga kematian akibat penyakit jantung, stroke dan kanker paru-paru disebabkan oleh polusi udara. “Ini memiliki efek setara dengan merokok tembakau,” ungkap WHO di laman webnya. Pemerintah Delhi masih bekerja…