Buffon Memaki Wasit Saat Real Madrid Kalahkan Juventus

Buffon Memaki Wasit Saat Real Madrid Kalahkan Juventus

Kabar buruk datang dari Gianlugi Buffon yang mendapatkan kartu merah pertama pada laga besar nan bergengsi, Liga Champions. Kartu merah yang didapatkannya itu akibat dirinya memprotes keputusan wasit yang mana memberikan penalti untuk Real Madrid pada leg kedua perempat final ajang Liga Champions pada hari Rabu (11/4) kemarin waktu setempat. Buffon Dapatkan Kartu Merah Sebelum wasit menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan oleh Mehdi Benetia pada Lucas Vazquez, Buffon pasalnya juga ikut menjadi salah satu pemain penting yang membantu Juventus unggul 3 gol tanpa balasan. Buffon juga tercatat telah berhasil menggagalkan tembakan yang mana dilepaskan oleh Christiano Ronaldo dan Isco. Menjelang laga selesai, keputusan Michael Oliver memberikan penalti pada Madrid langsung saja membuat kaget sang kiper legendaris tersebut. Kiper veteran tersebut langsung menghampiri Oliver dan ia terlihat sangat kesal sembari berteriak mengajukan protesnya. Akan tetapi reaksi Buffon langsung diganjar oleh Oliver dengan kartu merah. Sontak apa yang dilakukan pengadil asal Inggris tersebut membuat para pemain dan penonton kaget. Sampai laga akhirnya selesai, Buffon masih juga memendam rasa dendam dan kesal pada wasit yang berusia 7 tahun lebih muda darinya itu. Saat diwawancarai seusai laga, Buffon sempat memberikan pernyataannya. "Tidak aneh. Wasit kehilangan pedoman, saya menerima hal tersebut. Saya tak terima saja jika wasit itu memimpin pertandingan yang melibatkan 2 tim besar namun tidak memiliki karakter, keberanian dan kemampuan untuk membuat keputusan yang menenangkan," ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia. Buffon sendiri menilai bahwa Oliver tak pernah beradu argumen dalam kehidupannya sehari-hari sehingga tak menerima reaksi dan juga protes yang dikeluarkan Buffon itu. "Dia tidak siap. Memberikan penalti seperti itu seusai pertandingan yang patut diingat, mengeluarkan seseorang yang belum pernah dikartu merah karena tak pernah berbeda pendapat dalam hidupnya di pertandingan terkahir saya adalah hal yang tak bisa saya terima," imbuh kiper 40 tahun tersebut. "Jika anda melakukan hal itu, anda mempunyai kantong sampah (bukan hati) di dalam dada anda. Kami melakukan sesuatu yang sangat luar biasa pada malam ini. Dan juga performa kami heroik. Saya sangat bangga luar biasa menjadi kapten," tukas Buffon. Ronaldo Bingung Juventus Protes Penalti Hal yang sebaliknya dikatakan oleh Ronaldo. Bintang mega Real Madrid itu mengaku dirinya bingung pada sikap para pemain Juventus yang melakukan protes keras pada hukuman penalti yang diberikan oleh Oliver di menit-menit akhir laga leg kedua perempat final Liga Champions tersebut. Juventus sempat unggul 3-0 dan juga berpeluang untuk melanjutkan laga ke babak tambahan waktu. Akan tetapi penalti slot via dana Ronaldo di menit-menit injury time malahan membuat Madrid memastikan bakal melenggang ke babak semifinal dengan keunggulan agregat 4-3. Hukuman penalti yang mana diberikan oleh  Juventus ini diprotes keras bukan hanya oleh Buffon akan tetapi para pemain Juventus. Mereka mengepung wasit dan Buffon bersuara lantang memprotes hukuman penalti tersebut. "Saya tidak mengerti kenapa mereka melakukan protes. Lucas dilanggar dari belakang dan jika wasit tidak memberikan penalti maka hal itu akan menjadi gol," kata Ronaldo. "Saya mencoba untuk tetap tenang dan yakin kalau saya bisa menjadi penentu di laga kali ini," tukasnya. Sampai laga usai, Buffon nampak masih sangat kecewa dan kesal terhadap…
Gal Gadot Akan Jadi Bintang di Film Tentang Genosida Nazi

Gal Gadot Akan Jadi Bintang di Film Tentang Genosida Nazi

Berita datang dari aktris pemeran Wonder Woman yang beberapa tahun lalu sempat hits dan menjadi bahan perbincangan, Gal Gadot. Berita yang beredar ia akan memproduseri dan sekaligus berperan di sebuah film tentang tragedi The Holocaust. Film yang akan digarap dan dibintanginya bercerita tentang Irena Sendler, pahlawan Polandia yang berhasil menyelamatkan ribuan anak Yahudi selama peristiwa Holocaust terjadi.   Akan Jadi Produser dan Pemerannya Sekaligus  Cerita film ini pasalnya ditulis oleh Justine Juel Gillmer berdasarkan karya Sendler ketika berada di bawah tanah Polandia di Ghetto Warsawa selama PD II. Dilansir dari CNN Indonesia, Sendler pasalnya bekerja dengan lusinan orang lain untuk usahanya menyelundupkan anak-anak, menempatkan mereka dengan keluarga dan memberikan identitas palsu.   Gillmer pasalnya ditangkap oleh Gestapo di tahun 1943 dan akhirnya disiksa, namun tak pernah mengungkapkan informasi tentang anak-anak yang telah diselamatkannya.   Dalam film yang berada di bawah produksi Warner Bros, pasalnya Gal Gadot memproduseri film itu bersama dengan suaminya, Jaron Varsano dan juga Marc Platt. Aktris yang berasal dari Israel itu sebelumnya juga akan berperan ganda dalam filmnya yang diprediksi akan sukses di pasaran seperti sebelumnya, Wonder Woman 1984, sebagai produser dan pemeran utama yang akan direncanakan rilis tahun depan tepatnya bulan Juni.   Disamping itu juga, sekarang ini Gal Gadot sedang disibukkan dengan keterlibatannya dalam film Death on the Nile yang mana karya dari Kenneth Branagh, sebagai Linnet Ridgway-Doyle dalam sekuel film Muder on the Orient Express.   Gal Gadot juga membintangi film Netflix, Red Notice. Di sana ia beradu akting dengan Dwayne Johnson dan juga Ryan Reynolds.   Tidak cuma itu, kabarnya Gadot dan Versano, suaminya, sedang mengembangkan My Dearest Fidel dengan kemungkinan bakal dibintanginya sendiri. Proyek tersebut berdasarkan pada artikel Politico Peter Kornbluh yang memiliki judul My Dearest Fidel: An ABC Journalist’s Secret Liaison with Fidel Castro.   Proyek Sekuel Wonder Woman 2-nya ditunda Memang Gal Gadot memiliki proyek Wonder Woman 2 yang semula dijadwalkan rilis pada bulan November 2019 harus ditunda menjadi tanggal 5 Juni 2020. penundaan ini dikatakan bukan karena adanya masalah produksi atau hal yang lainnya yang bisa membuat film bisa memerlukan banyak waktu untuk diselesaikan.   Namun penundaan ini karena menyesuaikan dengan jadwal rilis film perdananya yang mana diluncurkan pada bulan Juni 2017 dan bisa berpotensi meraih keuntungan yang didapat sama. “Sangat gembira mengumumkannya, terima kasih atas perubahan ini, kami dapat menempatkan Wonder Woman kembali pada yang semestinya, 5 Juni 2020,” kata Gal Gadot lewat kicauannya.   Sedangkan Bos Warner Bross, Jeff Goldstein, menilai bahwa dengan tanggal perilisan yang terbaru ini bisa membuka peluang mereka untuk bisa mengambil keuntungan yang jauh lebih besar seperti film pendahulunya.   “Kami telah sukses luar biasa merilis Wonder Woman pertama selama musim panas, jadi saat melihat idtogel slot  kesempatan untuk mengambil keuntungan dari lanskap persaingan yang berubah, kami melakukannya.” katanya.   “Perubahan ini membuat film itu berada di tempat yang seharusnya,” imbuhnya lagi. Tanggal tayang Wonder Woman 1984 semula adalah milik The Six Billion Dolar Man yang mana ditarik dari kalender perilisan Warner Bros untuk sekarang ini.   Proyek film yang akan dibintangi Mark…